PENTINGNYA PENGGUNAAN MASKER BAGI KESEHATAN DAN KABUT ASAP
PENTINGNYA PENGGUNAAN MASKER BAGI KESEHATAN DAN KABUT ASAP
Sumber gambar : https://www.alodokter.com/berbagai-alasan-memakai-masker-mulut-untuk-kesehatan
Bencana kabut asap yang terjadi akibat kebakaran hutan berdampak besar bagi masyarakat, salah satunya dibidang kesehatan. Paparan gas dan partikel berbahaya akibat bencana kabut asap dapat menyebabkan gangguan berbagai sistem organ manusia seperti pernafasan, kardiovaskular dan sensoris. Berbagai upaya perlindungan diri dapat dilakukan oleh individu untuk meminimalkan efek buruk yang dapat terjadi karena bencana kabut asap. Kesadaran masyarakat mengenai bahaya kesehatan yang dapat diakibatkan oleh bencana kabut asap perlu ditumbuhkan agar masyarakat dapat secara mandiri terdorong menjaga diri dan lingkungan termasuk melakukan upaya perlindungan diri. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi terkait bencana kabut asap menggunakan media leaflet dan metode wawancara untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terhadap dampak kesehatan dan upaya perlindungan diri dari bencana kabut asap. Selain itu juga dilakukan pemberian masker sebagai salah satu upaya perlinduangan diri terhadap kabut asap. Asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan berdampak langsung pada kesehatan, khususnya gangguan saluran pernapasan. Asap mengandung sejumlah gas dan partikel kimia yang menggangu pernapasan seperti seperti sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), formaldehid, akrelein, benzen, nitrogen oksida (NOx) dan ozon permukaan (O3). Particulate Matter (PM) yang sangat halus merupakan partikel yang paling mengkhawatirkan karena dapat terhirup masuk ke saluran pernafasan dan dapat menembus hingga ke paru-paru. Partikel tersebut memicu dampak buruk yang nyata terutama pada kondisi khusus, seperti pada manula, bayi dan pengidap penyakit paru.
Alasan Penting Memakai Masker Mulut
Menurut penelitian, menggunakan masker mulut dengan benar memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, di antaranya:
1. Menghindari paparan polusi udara
Asap dari kendaraan bermotor, pabrik, rokok, dan debu, adalah beberapa jenis polusi udara yang bisa ditemukan setiap harinya. Nah, paparan polusi ini dapat memengaruhi kinerja paru-paru serta meningkatkan risiko terserang penyakit pernapasan seperti asma dan PPOK, penyakit jantung, dan kelahiran prematur.
Bagi masyarakat yang tinggal di daerah berpolusi tinggi, ini adalah alasan utama untuk memakai masker mulut ketika keluar rumah. Masker, terutama masker N95, bisa menyaring udara yang kotor sebelum terhirup oleh hidung.
2. Mencegah penularan dan penyebaran penyakit
Menurut sejumlah penelitian menggunakan masker mulut dapat membantu mencegah Anda menularkan atau tertular berbagai macam penyakit, seperti flu, batuk, ISPA, dan sindrom pernapasan akut berat atau Severe Acute Respiratory Syndrome.
Maka itu, memakai masker mulut dapat menjadi salah satu cara terbaik agar kita tidak mudah tertular atau menularkan penyakit. Masker yang digunakan dengan benar bisa membantu mencegah virus dan bakteri menyebar melalui lendir atau cairan yang keluar saat kamu bersin atau batuk.
3. Melindungi wajah dari efek negatif sinar matahari dan polusi
Alasan memakai masker mulut yang tidak kalah penting adalah untuk melindungi sebagian kulit wajah dari efek negatif polusi udara dan paparan sinar matahari. Paparan sinar matahari dan polusi udara yang berkepanjangan dan berulang diduga dapat menyebabkan penuaan dini dan peningkatan risiko kekambuhan eksim, jerawat, flek hitam, hingga kanker kulit.
Selain dengan masker, kenakan juga kacamata hitam, topi, dan gunakan tabir surya untuk melindungi tubuh dari paparan sinar matahari.
Memilih Masker Mulut
Seperti disebutkan di atas, ada dua jenis masker yang biasa dipakai secara umum, yaitu masker bedah dan masker N95. Dua jenis masker tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masin.
1. Masker bedah
Masker mulut ini dapat melindungi saluran pernapasan dari percikan bersin dan batuk orang lain. Masker jenis ini mencegah tetesan cairan tubuh yang mengandung virus dan kuman keluar melalui hidung atau mulut. Kelemahannya, partikel kecil seperti virus di udara masih bisa terhirup meski memakai masker ini.
2. Masker N95
Dinamakan N95 karena diduga dapat menyaring partikel di udara hingga 95%. Masker mulut ini dibuat agar pas dengan wajah sehingga tidak ada celah yang memungkinkan masuknya virus melalui udara. Namun harganya lebih mahal dari masker bedah biasa.
Pada dasarnya, alasan memakai masker mulut adalah sebagai alat bantu untuk melindungi, mencegah, dan mengurangi efek negatif dari partikel polusi atau kuman di udara yang dapat mengganggu kesehatan kita. Tapi perlu diingat, memakai masker mulut tidak bisa dijadikan pelindung sempurna dari polusi, virus, atau kuman. Bisa jadi masih ada celah longgar antara masker dengan wajah yang memungkinkan kuman atau partikel kecil masuk ke mulut atau terhirup oleh hidung.
Selain menggunakan masker, kamu juga harus rajin mencuci tangan, membersihkan rumah dan menjaga kualitas udara di dalam rumah, menjauhi paparan polusi, serta menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit, untuk menjaga kesehatan dan mencegah tertular penyakit
Sumber Gambar : https://news.republika.co.id/berita/s1wiae425/siswa-di-pekanbaru-dianjurkan-mulai-pakai-masker-akibat-asap-di-sekolah
Ada beberapa jenis masker atau respirator (alat yang ditutupkan ke hidung atau mulut untuk membantu pernapasan-KBBI online-red). Beberapa jenis yang sering kita dengar saat kebakaran hutan ini adalah masker bedah dan N95. Penggunaan masker bedah pada kasus kebakaran hutan memiliki manfaat untuk mengurangi pajanan masuknya partikel ke dalam saluran nafas. Masker bedah didesain sebagai filter partikel yang besar tetapi tidak untuk partikel yang kecil, penetrasinya sekitar 60-70% partikel masih dapat masuk ke saluran nafas.
Masker N95 mampu menghalangi 95% partikel yang masuk (terutama PM10), dengan catatan teknik dan penggunaan yang tepat. Jika digunakan dengan teknik dan cara yang benar, masker N95 dapat mengurangi gejala pernapasan yang timbul akibat pajanan asap kebakaran. Walau begitu, masker N95 didesain hanya untuk 8 jam. Penggunannya pun hanya untuk di luar ruang (outdoor). Beberapa orang yang tidak dianjurkan menggunakan masker ini yaitu anak-anak, ibu hamil, orang lanjut usia, dan pasien dengan penyakit kardiovaskuler, penyakit paru kronik.
sumber:
Adriansyah, Hirta. 2015. Sinergitas Kodim 0402/OKI Dengan Pemda Ogan Komering Ilir Dalam Penanganan Darurat Bencana Kebakaran Lahan Gambut dan Kabut Asap Di Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Tesis. Universitas Pertahanan Indonesia
https://dinkes.sumbarprov.go.id/details/news/428

Komentar
Posting Komentar